Peran Bahasa Inggris Menghadapi MEA
|
| Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) hanya tinggal hitungan bulan, artinya MEA sudah hadir di pelupuk mata. Suka tidak suka, siap ataupun tidak, di tengah pelemahan rupiah yang semakin sekarat Indonesia harus tetap berdiri gagah untuk menghadapinya. Pasalnya, pemberlakuan MEA 2015 ini menyebabkan lalu lintas perdagangan bebas di kawasan Asia Tenggara menjadi tanpa kendala. Perdagangan bebas dapat diartikan tidak ada hambatan tarif (bea masuk 0-0.5%) maupun hambatan non-tarif bagi negara-negara anggota ASEAN. |
| Kondisi ini tentunya menjadi tantangan sendiri bagi Indonesia dari segala bidang, baik aspek ekonomi, politik, pendidikan dan budaya. Karenanya, menghadapi MEA 2015, Indonesia masih memiliki berbagai pekerjaan rumah yang harus ditingkatkan agar tetap memiliki daya saing. Untuk pilar sosial budaya, Indonesia masih perlu kerja keras mengingat masih banyak warga Indonesia yang belum mengetahui tentang ASEAN. Padahal salah satu kunci keberhasilan MEA adalah konektivitas atau kontak antara satu warga negara dengan negara ASEAN lainnya. Sedangkan salah satu media yang paling ampuh untuk membangun konektivitas dengan negara-negara ASEAN adalah melalui bahasa asing, yaitu Bahasa Inggris. Lalu pertanyaannya, mengapa harus bahasa Inggris? Mengapa bukan bahasa asing yang lain? Atau mungkin mengapa bukan Bahasa Indonesia? Hal ini terjawab oleh hasil survei Paul Lewis (2009) yang menunjukkan bahwa Bahasa Inggris menempatkan peringkat ke-3 sebagai bahasa yang paling banyak digunakan di negara-negara di dunia dari total 172 bahasa yang tercatat. Bahasa Inggris diketahui telah digunakan oleh kurang lebih 112 negara di dunia termasuk di dalamnya negara-negara kawasan ASEAN dan 328 juta pengguna bahasa. Dari hasil survei tersebut dapat disimpulkan bahwa bahasa Inggris adalah bahasa yang paling banyak digunakan oleh negara-negara di dunia. Meskipun jumlah pengguna bahasa Inggris lebih sedikit dari jumlah pengguna bahasa Spanyol dan Mandarin yang menduduki peringkat pertama dan kedua, namun bahasa Inggris mempunyai jumlah negara pengguna bahasa paling banyak dari 172 bahasa dunia. Alasan inilah yang mendasari kenapa warga Indonesia harus mampu menggunakan bahasa Inggris untuk menghadapi MEA 2015. Menguasai bahasa Inggris bukan berarti melupakan atau mendiskriminasikan bahasa Indonesia, namun dalam hal ini kita harus menjadikan bahasa Inggris sebagai media untuk mengenalkan bahasa Indonesia kepada negara-negara ASEAN. Inilah peran bahasa Inggris yang sesungguhnya untuk kemajuan Indonesia. Dewasa ini banyak yang salah kaprah terhadap penguasaan bahasa Inggris, para pelajar misalnya, mereka memburu bahasa Inggris dengan landasan bahwa bahasa inggris adalah bahasa keren, artinya tanpa menguasai bahasa Inggris mereka tak menyandang predikat keren. pandangan inilah yang perlu diluruskan, guru-guru pengampu Bahasa Inggris harus mampu menanamkan paradigma bahwa menguasai bahasa Inggris bukan hanya untuk berbangga diri, mendapatkan predikat keren atau istilah-istilah lain yang tidak mengarah pada fungsi bahasa yang sebenarnya. Dalam konteks linguistics, bahasa bukan hanya medium untuk berkomunikasi namun juga alat utama untuk membuka dunia. Melalui bahasa, manusia mampu memperoleh informasi tanpa batas dan dengan informasi itulah manusia mampu memahami bentuk-bentuk pemahaman tiap ragam manusia. MEA 2015 adalah pintu bagi negara-negara ASEAN untuk berlalu-lalang ke Indonesia, sebagai konsekuensi logis akan ada banyak Tenaga Kerja Asing (TKA) yang akan menjamah Indonesia. Menyikapi hal ini, tentunya Indonesia harus segera menyiapkan tenaga-tenaga berkompeten di bidangnya, tidak hanya para profesional yang bertanggung jawab dalam menyambut MEA, namun hal ini berlaku untuk seluruh lapisan masyarakat, tak terkecuali para pelajar. Senada dengan hal ini, Presiden Indonesia, Joko Widodo telah menandatangani Perpres Nomor 69 Tahun 2015 tentang Bebas Visa Kunjungan untuk warga negara Asing dari berbagai negara tertentu. Hal ini dilakukan pemerintah untuk meningkatkan jumlah wisatawan sekaligus menambah visa dari perjalanan. Adanya peraturan ini otomatis akan semakin memeriahkan MEA dan pastinya menambah angka kunjungan warga negara asing ke Indonesia, dalam hal ini orang Indonesia harus mampu mengambil peluang untuk memasarkan kearifan lokal yang dimiliki Indonesia, dan sekali lagi Bahasa Inggris menjadi penting sebagai media komunikasi. Selain itu, mulai saat ini orang Indonesia harus mampu menguasai kebudayaan lokal yang dimiliki oleh setiap daerah masing-masing, sehingga dengan wawasan kebudayaan yang matang dan bahasa Inggris yang fasih akan sangat mudah untuk memasarkan kekayaan kebudayaan dan tradisi Indonesia kepada. Para pelajar dan mahasiswa khususnya, sebagai manusia terdidik harus mampu menyiapkan kemampuannya dalam hal wawasan kebudayaan lokal dan mengasah kemampuan bahasa Inggrisnya. Sehingga dengan demikian akan sangat mudah bagi kaum akademisi untuk mengembangkan potensi wisata dan kebudayaan lokal khususnya kepada wisatawan asing. Namun, penguasaan Bahasa Inggris disini tidak hanya terbatas pada sector wisata, artinya para pelajar atau mahasiswa Indonesia tidak hanya bisa menjadi guide, melalui bahasa Inggris, kita juga bisa menguasai segala bidang, seperti mengembangkan ekonomi kreatif dan mengenalkan bahasa Indonesia. Dengan demikian, sudah waktunya para akademisi dan kaum muda Indonesia harus meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris-nya baik untuk tujuan komunikasi maupun untuk kebutuhan khusus dalam menghadapi MEA 2015 untuk membawa Indonesia kea rah yang lebih baik. Seperti yang terkandung dalam sebuah kata bijak, "Jika kita ingin menguasai suatu bangsa, kuasailah bahasanya." (Muzayyinatul Hamidia) Penulis mahasiswi Pascasarjana Universitas Islam Malang |
Computerized Assessment System for English Communication Test Bahasa Inggris online, dapat dilakukan dimana saja, kapan saja selama ada koneksi internet. Ada rujukan nilai TOEFL dan TOEIC. Waktu test 40-50 menit sudah mencerminkan hasil TOEFL an TOEIC sebenarnya. Dapat digunakan untuk uji kemampuan Bahasa Inggris secara masal. Biaya tes hanya Rp 300.000.- per test mendapatkan hasil test serta saran pembelajaran
Rabu, 06 Januari 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar