Kontributor

Rabu, 09 Maret 2016

CEK KEMAMPUAN BERBAHASA INGGRIS KARYAWAN ANDA!


Merasa kesulitan untuk mencari lokasi tes bahasa Inggris?  

Sehingga hanya beberapa yang memiliki kesempatan untuk megikuti tes.

Dengan CASEC, selama Anda memiliki akses ke PC dan Internet, Anda dapat mengikuti tes kapan saja di mana saja.



Silahkan menghubungi:

CASEC Support Center (Indonesia)

C/O PT. Cita Karsa Cemerlang.
Tel: +62-21-57940881
Email: harry.wijaya@ckc.co.id
Jam Kerja: Senin - Jumat 08:00 - 17:00 (WIB)

Senin, 22 Februari 2016

Apakah itu CASEC?


TES
LANGSUNG
TES LANGSUNG!
Tes akan berlangsung selama 40 – 50 menit kurang lebih. Hasil tes akan langsung ditampilkan setelah selesai. Tes dapat diambil kapan saja sepanjang waktu
PENGUKURAN YANG AKURAT
TES KEMAMPUAN DIDUKUNG OLEH IRT!
Sebuah metode tes berdasarkan IRT, Item Response Theory, diukur dalam skala universal dengan penilaian tingkat akurasi tinggi. Mesin uji dan juga pengembangan data ini dikelola oleh ahli Psikometri, Ahli Statistik dan ahli-ahli lainnya.
KORESPONDENSI untuk TOEIC®, TOEFL®
Mengetahui skor referensi Anda untuk tes Bahasa Inggris lainnya!
Skor referensi untuk TOEIC® dan tingkat EIKEN akan ditampilkan. Hal ini akan memberikan korelasi yang tinggi.

Silahkan menghubungi:
CASEC Support Center (Indonesia)
C/O PT. Cita Karsa Cemerlang.
Tel: +62-21-57940881
Email: harry.wijaya@ckc.co.id
Jam Kerja: Senin - Jumat 08:00 - 17:00 (WIB)

Rabu, 17 Februari 2016

USABILITY of CASEC for corporate


For the Organization:

1. To benchmark individual’, team’, division’ performance.

2. To reduce on overall operational costs for recruitment and resources involved for English performance measurement.

To know how CKC English online test help organization to improve staff's English communication skill, please contact:

Harry 08129175397 or email harry.wijaya@ckc.co.id 

Rabu, 10 Februari 2016

USABILITY of CASEC for corporate

USABILITY of CASEC for corporate

For Staff Career/ Personal Development

1. As parameter/measurement of Individual to be placed / assigned to the area which English is required.
2. Overseas deployment or client facing role assessment.
3. Soft skills trainer can focus on trainee specific needs of enhancing English communication.

Need info of how CASEC could help...., kindly contact Harry 08129175397 or harry.wijaya@ckc.co.id

Senin, 01 Februari 2016

USABILITY of CASEC for corporate

USABILITY of CASEC for corporate

For Recruitment

1. First or Second round Selection – shorter time.
2. Mass recruitment / campus recruitment – anytime, anywhere availability.
3. Reduction in time and cost involved in hiring new individuals –online CASEC can be sent to all applicants as screening criteria.

Rabu, 13 Januari 2016

Benefits of CASEC



Cutting Down the Cost

Cost for test centers, personnel, and transportation will be dramatically cut down, thereby reducing the overall operational costs of the organization.

To test your English, your Staff, your staff Candidate, your Student, your student Candidate, please contact:

Harry 08129175397 or harry.wijaya@ckc.com

Selasa, 12 Januari 2016

Benefits of CASEC


Getting Results Immediately

Feedback of test results to examinees and the personnel will be done ...
on the spot. Past records can be obtained anytime through the
internet. Group administrator can download data in EXCEL format
any time, facilitating record-keeping.


To test your English, your Staff, your staff Candidate, your Student, your student Candidate, please contact:
Harry 08129175397 or harry.wijaya@ckc.com

Senin, 11 Januari 2016

Benefits of CASEC


Reducing Test Time

CASEC is an individual oriented test (CAT =Computer Adaptive Test), and test questions are determined according to individual levels, enabling accurate assessment within a short period of time.

Compared to TOEIC, its test time is approximately 80 to 90 minutes shorter. ...


This will be an advantage to the examinees as well as allow companies to cut down on overall personnel expenses.

To test your English, your Staff, your staff Candidate, your Student, your student Candidate, please contact:
Harry 08129175397 or harry.wijaya@ckc.com

Minggu, 10 Januari 2016

Benefits of CASEC

Any Time, Any Place

CASEC is distinct from the conventional written exams in that it can be taken at any time, any place via Internet. There will be no need to obtain a test center, and examinees are free to choose their convenient testing time, thereby increasing test efficiency.

To test your English, your Staff, your staff Candidate, your Student, your student Candidate, please contact:

Harry 08129175397 or harry.wijaya@ckc.com





Kamis, 07 Januari 2016

What is CASEC?



Internet-Based Individual Oriented Assessment for English Ability

§CASEC is an absolute evaluation testing system of English communication ability, developed by the STEP Foundation  Society for Testing English Proficiency)

§Uses unique method of evaluation: Item Response Theory (IRT) - By adjusting the difficulty of the questions in accordance with the correct or incorrect answer to preceding questions, this test can accurately evaluate ability in a short amount of time.

§In addition, online test administration will allow examinees to choose their own testing time with no new installation of software.
Need info how CASEC could help to perform English Assessesment, Contact: Harry at harry.wijaya@ckc.co.id or 08129175397

Rabu, 06 Januari 2016

Welcome to MEA world....

Welcome to MEA world....

Tidak perduli dengan tingkat pendidikan, bidang pekerjaan, dan jenis kelamin, Masyarakat Ekonomi Asean telah masuk ke dalam kehidupan Bangsa Indonesia
Sudah siapkah kita menghadapinya....

Persiapkan diri dengan kemampuan berbahasa Inggris yang akan menjadi Bahasa utama Masyarakat Ekonomi Asean.
Sudah siapkah anda untuk menghadapi MEA, uji dengan CASEC

Hubungi 08129175397 / harry.wijaya@ckc.co.id / http://casecindonesia.blogspot.co.id/
Membudayakan bahasa Inggris menghadapi MEA

Masyarakat Ekonomi ASEAN yang dicetuskan pada tahun 2015 baru dimulai. Pelan tapi pasti satu persatu komponen akan menjalankan fungsinya untuk sebuah pasar bebas dan kemakmuran masyarakat Asia tenggara. Bahasa Inggris dipandang akan menjadi bahasa resmi ASEAN. Sempat ada usaha pengusulan bahasa Indonesia sebagai bahasa ASEAN namun sepertinya hal tersebut masih dalam tahap sebuah usulan. Ketika Indonesia mengajukan bahasa Indonesia sebagai bahasa ASEAN, Malaysia pun mengajukan bahasa Melayu yang dinilai sebagai akar bahasa Indonesia dan yang lebih pantas menjadi bahasa ASEAN. Sampai saat ini kedua bahasa sama-sama punya peluang untuk menjadi bahasa ASEAN karena paling banyak penuturnya di kawasan.

Terlepas dari menjadi bahasa resmi ASEAN atau tidak, bahasa Inggris yang juga menjadi bahasa internasional sudah sewajarnya kita pahami sebagai bahasa asing yang akan kita pergunakan untuk berkomunikasi dengan dunia. Pemahaman pentingnya bahasa Inggris sebagai bahasa dunia perlu diinternalisasi di masyarakat dengan pendekatan dari pendidik atau pun orang tua di rumah. Kemudian yang lebih penting adalah mengubah kerangka berpikir masyarakat di negri ini bahwa bahasa Inggris sudah selayaknya jadi bahasa kedua yang semua orang sudah bisa dan biasa menggunakannya. Sesuai judul dari tulisan ini, saya lebih memilih kata membudayakan dari pada membiasakan yang terdengar lebih memprovokasi untuk usaha meningkatkan kemampuan bahasa Inggris masyarakat Indonesia menjadi lebih baik.

Guru dan pendidik dari sekolah dan kursus tentunya sudah memiliki berbagai metode pengajaran agar siswa dapat berbicara dalam bahasa Inggris. Begitu juga siswa, mereka punya banyak sumber untuk belajar bahasa Inggris dari berbagai buku, video, sosial media dan multimedia lainnya. Namun keberhasilannya masih bisa dibilang minim. Umumnya permasalahannya adalah siswa masih malu dan bahkan tidak mempraktekkannya, akibatnya belajar bahasa menjadi tidak maksimal. Membudayakan bahasa Inggris saya nilai bisa jadi salah satu usaha untuk membuat proses mempelajari bahasa Inggris tersebut menjadi lebih mudah dengan pertimbangan if you don’t use it, you may lose it.

Belajar bahasa asing sudah saatnya tidak dipandang sebagai ancaman bagi keberadaan bahasa daerah dan nasional kita. Tentunya kita bisa menempatkan kapan menggunakan bahasa daerah, kapan kita berbahasa Indonesia dan kapan kita berbahasa Inggris. Bahasa Inggris yang sudah menjadi lingua franca globalisasi bukanlah kita pelajari sebagai alat pengembangan diri namun posisinya adalah sebagai alat yang penting dalam ekonomi dan bisnis. Dengan kata lain, kita berbahasa Inggris karena alasan ekonomi.

Jika kita lihat posisi kita, Indonesia bukanlah satu-satunya negara yang masyarakatnya bekerja keras untuk belajar dan bisa bahasa Inggris. Mari kita lihat China, Russia dan Brazil yang bukan negara berbahasa Inggris, masyarakatnya percaya kemampuan berbahasa Inggris membawa mereka pada kesempatan baru di dalam negri dan bahkan luar negri.
Dalam sebuah penelitiannya Christopher McCormick, seorang peneliti dari EF research, menjelaskan bahwa negara-negara dengan bahasa Inggris yang lebih baik berakibat pada ekonomi yang lebih baik. Christopher menepatkan posisi Singapore sebagai contoh negara
dengan English Proficiency Index tinggi dengan Gross National Income Per Capita yang tinggi juga. Posisi ini berada jauh diatas Brazil dan India.

Pertimbangan lainnya juga adalah, saat ini pemimpin bisnis memilih negara mana yang masyarakatnya berusaha memperbaiki kemampuan bahasa Inggris untuk menarik investasi global seperti bisnis yang akan mereka lakukan. Negara mana yang mereka dapat merekrut orang-orang yang bisa bekerja untuk sebuah lingkungan internasional, dan dinegara mana mereka bisa merelokasi karyawan mereka yang penutur bahasa Inggris. Pertanyaan pertanyaan tersebutlah yang harus dijawab dan direbut sebagai kesempatan oleh Indonesia dengan segera. Karena tentunya diantara negara ASEAN Indonesia harus bersaing dengan Singapore, Malaysia, Phillipines dan Thailand.
Posisi Indonesia dibanding dengan negara ASEAN Sendiri dari sisi English Proficiency Index (EPI) nya menurut penelitian adalah; Indonesia berada pada posisi ke-tiga di ASEAN. Nomor satu EPI tertinggi adalah Malaysia dan yang kedua adalah Singapura, diikuti kemudian Vietnam, Thailand dan Kamboja. Indonesia berada pada posisi berbahasa Inggris dengan kemampuan sedang. Malaysia dan Singapura berada pada posisi berbahasa Inggris dengan kemampuan tinggi. Keberadaan posisi EPI tersebut tentunya kurang lebih menggambarkan bagaimana iklim investasi bisnis di ASEAN. Investasi banyak masuk melalui Malaysia dan Singapura dari pada Indonesia.
Sudah saatnya momentum Masyarakat Ekonomi ASEAN tahun 2015 dan kedepan, kita masyarakat Indonesia dikenal sebagai negara yang mayoritas masyarakatnya sudah mengerti, paham dan bisa berbahasa Inggris. Hal awal yang mungkin bisa dilakukan adalah dengan membudayakan bahasa Inggris di kantor-kantor dan institusi pendidikan. Hal ini tentunya akan berakibat kepada kesempatan yang baik bagi masyarakat Indonesia untuk mengakses pendidikan, teknologi dan bisnis internasional yang lebih baik. Kita sepakat untuk membudayakan bahasa Inggris karena bahasa Inggris adalah – the sina qua non of global business today.
Hardiansyah
*Diterbitkan di MedanBisnis 24 Februari 2015
Hadapi MEA, Masyarakat Ekonomi Dituntut Kuasai Bahasa Asing

RRI, Surabaya : Pentingnya penguasaan bahasa asing mutlak di butuhkan menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015. Sebab dengan adanya MEA, tidak hanya sumber daya manusia (SDM) lokal yang dihadapi, namun juga ancaman serbuan SDM luar negeri yang masuk ke Indonesia.

Sutoyo Raharto Direktur salah satu lembaga pendidikan bahasa Mandarin di Surabaya mengungkapkan, penguasaan bahasa asing di era globalisasi ini mutlak dibutuhkan, ketatnya persaingan di dunia kerja menuntut masyarakat untuk mempunyai kelebihan lain agar dapat terserap di dunia kerja, termasuk menguasai bahasa asing seperti halnya bahasa Mandirin.

Diakui oleh Sutoyo, selama beberapa tahun terakhir, minat masyarakat akan penguasaan bahasa asing mengalami peningkatan, hal tersebut lanjut Sutoyo tidak lepas dari banyaknya lembaga pendidikan bahasa yang menyajikan berbagai program.

"Di era persaingan ini, lembaga pendidikan bahasa asing harus bisa meramu kurikulum, sehingga dapat di cerna oleh peserta didik. Menurut saya Animo masyarakat di tahun depan akan penguasaan bahasa asing akan semakin meningkat, karena adanya kebutuhan di pasar global," jelas Sutoyo kepada RRI, Jum'at (3/10).

Untuk lembaga pendidikan bahasa Mandarin yang dikelolanya, Sutoyo justru menaruh apresiasi kepada masyarakat lokal atau Warga Negara Indonesia asli untuk belajar bahasa mandarin.

Dengan kondisi tersebut terang Sutoyo, penguasaan bahasa Mandarin di masa mendatang merupakan kebutuhan, karena selain bahasa Inggris, banyak masyarakat mancanegara menggunakan bahasa Mandarin sebagai bahasa bisnis dalam pengembangan ekonomi. (Bh/Rpp)
Peran Bahasa Inggris Menghadapi MEA
Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) hanya tinggal hitungan bulan, artinya MEA sudah hadir di pelupuk mata. Suka tidak suka, siap ataupun tidak, di tengah pelemahan rupiah yang semakin sekarat Indonesia harus tetap berdiri gagah untuk menghadapinya. Pasalnya, pemberlakuan MEA 2015 ini menyebabkan lalu lintas perdagangan bebas di kawasan Asia Tenggara menjadi tanpa kendala. Perdagangan bebas dapat diartikan tidak ada hambatan tarif (bea masuk 0-0.5%) maupun hambatan non-tarif bagi negara-negara anggota ASEAN.
Kondisi ini tentunya menjadi tantangan sendiri bagi Indonesia dari segala bidang, baik aspek ekonomi, politik, pendidikan dan budaya. Karenanya, menghadapi MEA 2015, Indonesia masih memiliki berbagai pekerjaan rumah yang harus ditingkatkan agar tetap memiliki daya saing.

Untuk pilar sosial budaya, Indonesia masih perlu kerja keras mengingat masih banyak warga Indonesia yang belum mengetahui tentang ASEAN. Padahal salah satu kunci keberhasilan MEA adalah konektivitas atau kontak antara satu warga negara dengan negara ASEAN lainnya. Sedangkan salah satu media yang paling ampuh untuk membangun konektivitas dengan negara-negara ASEAN adalah melalui bahasa asing, yaitu Bahasa Inggris.

Lalu pertanyaannya, mengapa harus bahasa Inggris? Mengapa bukan bahasa asing yang lain? Atau mungkin mengapa bukan Bahasa Indonesia? Hal ini terjawab oleh hasil survei Paul Lewis (2009) yang menunjukkan bahwa Bahasa Inggris menempatkan peringkat ke-3 sebagai bahasa yang paling banyak digunakan di negara-negara di dunia dari total 172 bahasa yang tercatat. Bahasa Inggris diketahui telah digunakan oleh kurang lebih 112 negara di dunia termasuk di dalamnya negara-negara kawasan ASEAN dan 328 juta pengguna bahasa.

Dari hasil survei tersebut dapat disimpulkan bahwa bahasa Inggris adalah bahasa yang paling banyak digunakan oleh negara-negara di dunia. Meskipun jumlah pengguna bahasa Inggris lebih sedikit dari jumlah pengguna bahasa Spanyol dan Mandarin yang menduduki peringkat pertama dan kedua, namun bahasa Inggris mempunyai jumlah negara pengguna bahasa paling banyak dari 172 bahasa dunia.

Alasan inilah yang mendasari kenapa warga Indonesia harus mampu menggunakan bahasa Inggris untuk menghadapi MEA 2015. Menguasai bahasa Inggris bukan berarti melupakan atau mendiskriminasikan bahasa Indonesia, namun dalam hal ini kita harus menjadikan bahasa Inggris sebagai media untuk mengenalkan bahasa Indonesia kepada negara-negara ASEAN. Inilah peran bahasa Inggris yang sesungguhnya untuk kemajuan Indonesia.

Dewasa ini banyak yang salah kaprah terhadap penguasaan bahasa Inggris, para pelajar misalnya, mereka memburu bahasa Inggris dengan landasan bahwa bahasa inggris adalah bahasa keren, artinya tanpa menguasai bahasa Inggris mereka tak menyandang predikat keren. pandangan inilah yang perlu diluruskan, guru-guru pengampu Bahasa Inggris harus mampu menanamkan paradigma bahwa menguasai bahasa Inggris bukan hanya untuk berbangga diri, mendapatkan predikat keren atau istilah-istilah lain yang tidak mengarah pada fungsi bahasa yang sebenarnya.

Dalam konteks linguistics, bahasa bukan hanya medium untuk berkomunikasi namun juga alat utama untuk membuka dunia. Melalui bahasa, manusia mampu memperoleh informasi tanpa batas dan dengan informasi itulah manusia mampu memahami bentuk-bentuk pemahaman tiap ragam manusia.

MEA 2015 adalah pintu bagi negara-negara ASEAN untuk berlalu-lalang ke Indonesia, sebagai konsekuensi logis akan ada banyak Tenaga Kerja Asing (TKA) yang akan menjamah Indonesia. Menyikapi hal ini, tentunya Indonesia harus segera menyiapkan tenaga-tenaga berkompeten di bidangnya, tidak hanya para profesional yang bertanggung jawab dalam menyambut MEA, namun hal ini berlaku untuk seluruh lapisan masyarakat, tak terkecuali para pelajar.

Senada dengan hal ini, Presiden Indonesia, Joko Widodo telah menandatangani Perpres Nomor 69 Tahun 2015 tentang Bebas Visa Kunjungan untuk warga negara Asing dari berbagai negara tertentu. Hal ini dilakukan pemerintah untuk meningkatkan jumlah wisatawan sekaligus menambah visa dari perjalanan.

Adanya peraturan ini otomatis akan semakin memeriahkan MEA dan pastinya menambah angka kunjungan warga negara asing ke Indonesia, dalam hal ini orang Indonesia harus mampu mengambil peluang untuk memasarkan kearifan lokal yang dimiliki Indonesia, dan sekali lagi Bahasa Inggris menjadi penting sebagai media komunikasi. Selain itu, mulai saat ini orang Indonesia harus mampu menguasai kebudayaan lokal yang dimiliki oleh setiap daerah masing-masing, sehingga dengan wawasan kebudayaan yang matang dan bahasa Inggris yang fasih akan sangat mudah untuk memasarkan kekayaan kebudayaan dan tradisi Indonesia kepada.

Para pelajar dan mahasiswa khususnya, sebagai manusia terdidik harus mampu menyiapkan kemampuannya dalam hal wawasan kebudayaan lokal dan mengasah kemampuan bahasa Inggrisnya. Sehingga dengan demikian akan sangat mudah bagi kaum akademisi untuk mengembangkan potensi wisata dan kebudayaan lokal khususnya kepada wisatawan asing. Namun, penguasaan Bahasa Inggris disini tidak hanya terbatas pada sector wisata, artinya para pelajar atau mahasiswa Indonesia tidak hanya bisa menjadi guide, melalui bahasa Inggris, kita juga bisa menguasai segala bidang, seperti mengembangkan ekonomi kreatif dan mengenalkan bahasa Indonesia.

Dengan demikian, sudah waktunya para akademisi dan kaum muda Indonesia harus meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris-nya baik untuk tujuan komunikasi maupun untuk kebutuhan khusus dalam menghadapi MEA 2015 untuk membawa Indonesia kea rah yang lebih baik. Seperti yang terkandung dalam sebuah kata bijak, "Jika kita ingin menguasai suatu bangsa, kuasailah bahasanya." (Muzayyinatul Hamidia)

Penulis mahasiswi Pascasarjana Universitas Islam Malang

Bahasa Inggris Jadi Bahasa Utama Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015


Indonesia harus menerapkan konsep hambatan non tarif berupa kewajiban menggunakan bahasa Indonesia dalam era ASEAN Economic Community atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015.
Demikian disampaikan Kepala Ekonom Bank Tabungan Negara (BTN) yang juga Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Bisnis dan Komunikasi Universitas Atmajaya Prasetyantoko dalam acara ” Seminar ASEAN Beyond Boundaries” di Gedung Yustinus, Universitas Atmajaya, Jakarta, Kamis (9/1).
Dia mengatakan yang dimaksud konsep hambatan non tarif dalam bentuk bahasa (non tarif barriers language) adalah pemerintah tidak akan memungut biaya apapun bagi warga negara asing yang ingin mempelajari bahasa Indonesia tetapi penggunaan bahasa Indonesia diwajibkan jika warga negara asing tersebut ingin bekerja dan berkarir di Indonesia baik itu sebagai pegawai bank maupun dokter.
Menurut dia jika pemerintah sudah menerapkan konsep ini mau tidak mau warga negara asing wajib mempelajari bahasa Indonesia apabila ingin mendapatkan pekerjaan. Hambatan ini juga bertujuan untuk mempertahankan bahasa Indonesia dalam pasar MEA 2015 agar tidak punah.
” Sudah pasti dalam MEA penggunaan bahasa Inggris sangat dominan, dari fakta yang ada tidak semua masyarakat Indonesia bisa berbahasa Inggris. Sekarang dibalikan giliran orang asing yang harus bisa berbahasa Indonesia,” ujar dia dalam acara ” Seminar ASEAN Beyond Boundaries” di Gedung Yustinus, Universitas Atmajaya, Jakarta, Kamis (9/1).
Dia mengatakan selain menerapkan konsep non tarif barriers language, pemerintah juga harus membereskan dua masalah klasik agar Indonesia bisa bersaing dalam MEA, dua masalah itu adalah masalah infrastruktur dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Dari segi infrastruktur, Indonesia masih jauh ketinggalan jika dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya khususnya jumlah jalan tol sedangkan dari kualitas SDM, tenaga kerja Indonesia masih didominasi lulusan SD hingga SMA.
Prasetyantoko mengatakan resiko yang akan dihadapi Indonesia jika kualitas infrastruktur tidak dibenahi adalah berkurangnya minat investor asing dalam berinvestasi di Indonesia padahal saat ini Indonesia masih menjadi magnet investasi. Dia menambahkan bisa saja investor mulai meninggalkan Indonesia karena kualitas infrastrukturnya masih tetap sama dan tidak ada perubahan, lain halnya jika kualitas SDM tidak ditingkatkan. Resikonya bagi Indonesia adalah Indonesia hanya akan dijadikan sebagai market base bukan sebagai basis produksi.
Dia mengatakan dua permasalahan tersebut tidak bisa diselesaikan dalam jangka pendek, namun yang paling penting adalah komitmen pemerintah untuk terus memperbaiki kualitas infrastruktur dan kualitas SDM, kualitas infrastruktur dapat diperbaiki dengan memperkuat kerjasama dengan swasta sedangkan kualitas SDM dapat ditingkatkan dengan memperbanyaktraining center.
” Semua hal itu bisa diatasi apabila pemerintah mempunyai komitmen kuat, dan mengajak semuastakeholder untuk memperbaikinya termasuk akademisi dan pengusaha,” ujar dia
Dia mengatakan potensi Indonesia untuk menguasai MEA cukup besar karena Indonesia merupakan negara terbesar di ASEAN, 60% penduduk ASEAN ada di Indonesia, konsumsi domestik merupakan fundamental perekonomian terkuat maka tidak heran, sektor sektor yang berkembang di Indonesia adalah sektor sektor yang sangat erat kaitannya dengan konsumsi domestik seperti komunikasi, retail dan perdagangan. Menurut dia semua keunggulan sudah dimiliki Indonesia tinggal membereskan pekerjaan rumah klasik yang harus dilakukan yaitu meningkatkan infrastruktur dan kualitas SDM serta menerapkan non tarif barriers language.
Dia mengatakan defisit perdagangan Indonesia dengan ASEAN memang cukup besar namun ia memperkirakan pada tahun 2014 ini kemungkinan besar surplus karena pengaruh Pemilu namun yang menjadi tantangan Indonesia adalah masalah defisit neraca transaksi berjalan. Ia berharap ketika MEA 2015, defisit neraca transaksi berjalan sudah mengecil.
Dalam Kesempatan yang sama,Vice Dean Faculty of Entrepreneurhsip and Business, UMK- Malaysia Rafi Bin Yaacob mengatakan setiap negara ASEAN mempunyai kelebihan dan kekurangan masing masing. Indonesia adalah negara terbesar di ASEAN dengan jumlah kelas menengah paling banyak, konsumsi kuat serta kaya Sumber Daya Alam (SDA) tapi lemah dari segi infrastruktur dan SDM. Sebaliknya, Malaysia kuat dengan infrastruktur namun kelemahan Malaysia adalah SDA sangat terbatas bahkan tidak ada sama sekali.
Menurut dia kelemahan lain yang dimiliki Malaysia adalah anak mudanya belum mandiri, mereka cenderung masih bermalas-malasan dan hidup dengan orang tua meskipun sudah sarjana sedangkan Indonesia, anak mudanya sudah mandiri dan bisa mencari pendapatan sendiri, hal inilah yang menjadi keunggulan Indonesia.
“ Ready or Not, Malaysia juga harus menghadapi MEA,” ujar dia
Rafi mengatakan saat ini pemerintah Malaysia sudah siap dengan kebijakan dalam menghadapi MEA tinggal menungu implementasinya saja. Dia menilai Indonesia dan Malaysia bagaikanbrother and sister saling melengkapi kekurangan masing masing khususnya dalam menghadapi MEA 2015.
sumber: beritasatu.com

Who is CASEC?

Who is CASEC?

1. CASEC is from The Japan Institute for English Measurement (JIEM). JIEM was established in 2000 as an Obunsha Group Company and has taken responsibilities of activities related to the research and development of accurate measuring techniques or testing in the field of education.

2. Since start of CASEC launch in 2001, over 1.35 million people has taken the test till March 2014. About 100 to 150 thousands people per year takes CASEC. (as of end of March 2015, accumulated number of CASEC users are 1,518,551)

3. Have been certified by the EIKEN Foundation of Japan (formerly the Society for Testing English Proficiency, Inc.), a public-interest incorporated foundation based in Tokyo

For more info how CASEC could help you for better English contact:

Harry at 08129175397 or harry.wijaya@ckc.co.id 

Selasa, 05 Januari 2016

SOLUTION FOR ENGLISH ASSESSMENT IN UNIVERSITIES/SCHOOLS


CASEC are able:
1.To reduce cost (training cost, testing cost, etc.)
2.To measure the impact of teaching/training result....
3.To assist school / college / university to assess English Proficiency of their students or teaching

   quality.
4.To speed up and to ease up testing process and get immediate result.
5.To determine Student English proficiency development plan.


For more info please contact Harry at 08129175397 or email harry.wijaya@ckc.co.id

Senin, 04 Januari 2016

SOLUTION FOR ENGLISH ASSESSMENT IN A COMPANY

CASEC is able:

1. To reduce cost (training cost, testing cost, etc.)
2. To assist HRD or Recruitment Department to assess English Proficiency of their staffs.
3. To speed up and to ease up testing process and get immediate result.
4. To measure the impact of training/training result.
5. For personnel development.

For more info please contact Harry at 08129175397 or email harry.wijaya@ckc.co.id